Sedekah Oksigen memang sering tidak terlihat di garis depan.
Kami bukan yang paling sering turun ke lapangan, bukan pula yang paling besar nilai donasinya. Banyak dokumentasi yang sampai ke publik justru berasal dari relawan-relawan lokal yang bekerja langsung di lokasi dan bersinergi bersama kami.
Dan itu benar adanya.
Sedekah Oksigen bekerja dengan cara yang berbeda. Kami lebih sering berpikir, memetakan, menghubungkan, lalu menggerakkan. Menghubungkan kebutuhan dengan mereka yang punya daya. Menghubungkan lokasi dengan orang-orang yang bersedia hadir. Menghubungkan kepedulian agar tidak berhenti di niat.
Apakah cara seperti ini membuat kami bukan relawan?
Jika relawan harus selalu hadir secara fisik di setiap lokasi, mungkin iya.
Namun jika relawan adalah mereka yang memilih tidak tinggal diam ketika tahu ada yang membutuhkan, maka kami memilih berada di sana—meski tidak selalu tampak.
Kami bergerak dalam keterbatasan.
Dengan sumber daya yang tidak selalu besar, dengan jaringan yang dibangun perlahan, dan dengan satu keyakinan sederhana: bahwa diam bukan pilihan.
Jadi, apakah kami tetap boleh bergerak?
Kami percaya, selama niatnya jujur, caranya bertanggung jawab, dan dampaknya nyata—
bergerak selalu layak diperjuangkan.

Leave a Reply