Program

Sejak 2015, Sedekah Oksigen lahir dan bergerak sebagai respon atas situasi darurat. Bermula dari kebutuhan paling mendasar—bernapas di tengah bencana kabut asap—gerakan ini awalnya fokus pada tanggap darurat. Namun seiring waktu, kami belajar bahwa kemanusiaan tidak berhenti ketika krisis reda. Sedekah Oksigen kemudian berkembang ke berbagai bentuk pendampingan sosial, pendidikan, dan pemulihan, dengan satu prinsip utama: istiqomah. Kami memilih hadir secara berkelanjutan, bukan sekadar datang lalu pergi. Setiap program dijalankan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan dijaga agar tidak bersifat sesaat atau hit and run, melainkan bertumbuh bersama masyarakat yang didampingi.

Di bawah ini adalah beberapa program yang hingga saat ini masih berjalan dan terus dijaga keberlanjutannya sebagai bagian dari komitmen Sedekah Oksigen.


Beasiswa Balik Sekolah Sedekah Oksigen

Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itulah Sedekah Oksigen masuk ke dunia pendidikan melalui Beasiswa BSSO. Program ini hadir untuk memastikan anak-anak dapat terus bersekolah dan menyelesaikan pendidikannya, dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, termasuk anak berkebutuhan khusus. Sejak berjalan pada 2019, Beasiswa BSSO menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Sedekah Oksigen untuk menjaga akses pendidikan sebagai fondasi masa depan.


Tunjangan Keluarga Dhuafa

Program ini ditujukan untuk membantu keluarga dhuafa memenuhi kebutuhan dasar secara rutin. Bantuan diberikan sebagai penopang hidup harian agar keluarga memiliki ruang bernapas dan tidak jatuh lebih dalam pada kondisi darurat. Program ini dijalankan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.


Sedekah Nasi Hari Jumat

Sedekah Nasi Hari Jumat adalah program berbagi makanan yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian sederhana namun rutin, untuk memastikan makanan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dijaga agar tetap berjalan, tanpa bergantung pada momen tertentu. Diutamakan bagi para tulang punggung keluarga yang membutuhkan support untuk bekerja menafkahi keluarganya. Program yang berlangsung sejak 2017 ini masih bertahan sampai sekarang meski sudah banyak komunitas yang saat ini melakukan gerakan yang sama.


KADARO – Kas Darurat Sedekah Oksigen

KADARO adalah kas darurat yang disiapkan secara bersama agar Sedekah Oksigen memiliki dana siaga. Tujuan utamanya adalah memastikan respon cepat saat terjadi situasi darurat atau bencana. Dengan adanya dana yang selalu standby, bantuan dapat segera digerakkan ketika kebutuhan tanggap darurat muncul, tanpa harus menunggu penggalangan baru.


Sembako Cinta

Sembako Cinta adalah program penyaluran paket kebutuhan pokok untuk keluarga rentan. Program ini biasanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan, sebagai dukungan agar keluarga dapat menyambut Idulfitri dengan lebih tenang. Dalam setiap pelaksanaan, sekitar 150–200 paket sembako dibagikan setiap tahunnya. Bantuan disalurkan dengan pendekatan personal dan penuh penghormatan, untuk menjaga ketahanan keluarga di masa yang penting.


Bela Palestina

Bela Palestina adalah bentuk sikap kemanusiaan Sedekah Oksigen terhadap rakyat Palestina. Kami meyakini bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas, dan ketika satu saudara terluka, penderitaan itu menjadi panggilan bersama. Prinsip ini sejalan dengan nilai bangsa Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Sedekah Oksigen telah menyalurkan dukungan kemanusiaan melalui relawan lokal di lokasi, serta menginisiasi penjualan merchandise bertema Palestina. Seluruh keuntungan dari merchandise tersebut disalurkan 100% untuk Palestina.


Warung Sedekah Oksigen

Warung Sedekah Oksigen merupakan unit usaha sosial Sedekah Oksigen yang bergerak di bidang penjualan produk UMKM. WSO hadir sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan konsumen, sekaligus menjadi upaya kemandirian organisasi. Hasil dari WSO digunakan untuk mendukung biaya operasional Sedekah Oksigen, sehingga seluruh donasi yang diterima dapat disalurkan 100% kepada penerima manfaat, tanpa dipotong untuk kebutuhan internal.