Di pertengahan Maret 2016, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebabkan sejumlah sungai meluap dan banjir melanda beberapa kecamatan. Luapan Kali Winongo dan sungai lainnya membuat air masuk sampai ke rumah-rumah warga, menyulitkan aktivitas sehari-hari, bahkan memaksa puluhan orang mengungsi demi keselamatan keluarga mereka. Harianjogja.com+1
Banjir ini tidak hanya merendam jalan dan halaman rumah, tetapi juga memperlihatkan keterbatasan fasilitas di titik-titik terdampak, terutama bagi keluarga yang harus membersihkan rumah setelah air surut dan mulai memikirkan kembali kehidupan mereka sehari-hari. Dalam situasi itu, setiap dukungan kecil menjadi sangat berarti.
Pada 15 Maret 2016, melalui posko Sedekah Oksigen di Surabaya, tim menyiapkan dan mengirim baju baru serta pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada para korban banjir di Sleman. Bantuan yang dikemas rapi itu kemudian bergerak menuju titik-titik terdampak untuk dibagikan kepada warga yang baru saja melalui hari-hari penuh tantangan akibat hujan dan luapan air.
Sederhana, namun nyata: tak hanya sekadar barang, pakaian baru itu menjadi simbol kepedulian bagi keluarga korban banjir—sebuah pengingat bahwa dalam keadaan sulit sekalipun, ada tangan yang peduli, ada saudara yang memikirkan, dan ada komunitas yang turun langsung menyentuh kehidupan mereka di lapangan.
Semoga setiap helai pakaian yang sampai ke tangan warga bukan hanya memberikan kelegaan fisik, tetapi juga penguatan hati di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Leave a Reply