

INDONESIA KITA MASIH ADA
Adik-adik, anak-anakku,
Siapapun manusia berhati bisa memaklumi. Betapa tidak nyaman rasanya sesak nafas akibat bencana asap ini. Suara-suara ayah dan ibu kalian serta para sabat sudah begitu kuat disampaikan. Karena gigihnya, suara-suara nurani itu ternyata juga didengar oleh banyak orang.
Adik-adik dan anak-anakku,
Tahukah kalian, bahwa ada banyak saudaramu di luar Riau, Jambi, Palembang dan Kalimantan, yang menyimak penderitaan kalian dengan linang air mata?. Tidak saja mereka yang di Indonesia. Tapi juga sahabat-sahabatmu warga negara Indonesia yang berada di Malaysia, Inggris, Amerika, bahkan Spanyol.
Ikut menangis saja tentu tidak cukup bagi mereka. Anak-anak di luar sana tahu bahwa sesuatu harus dilakukan. Mereka menyampaikan penderitaan kalian kepada orang-orang tua mereka. Dan yang juga penting kalian tahu, bahwa orangtua dimanapun sama. Para ayah dan bunda dimanapun akan merasakan kesedihan bila melihat ada anak-anak yang tengah menderita. Walaupun itu bukan anak-anak mereka. Itulah yang disebut nurani.
Adik-adik dan anak-anakku
Tahukah kalian, bahwa saat ini ada begitu banyak ayah dan bunda di luar sana yang tengah berupaya. Mengumpulkan apa yang bisa meringankan penderitaan kalian. Ada tabung-tabung berisi oksigen agar kalian bisa bernafas lebih baik. Ada masker. Ada penjernih udara, dan ada doa tulus yang terkandung di setiap apa yang mereka upayakan.
Mereka juga mencari cara-cara terbaik dan tercepat, agar bantuan itu bisa cepat dan selamat sampai kepada kalian. Menangislah agar nafas kalian bisa lebih lega. Tapi jangan khawatir. Kalian tidak sendirian.
Bapak ibu, para sahabat.
Indonesia tak seburuk yang tampak di media sosial. Dalam realita di banyak tempat, Indonesia masih seperti Indonesia yang dulu. Nurani dibaca oleh nurani, yang karenanya begitu mudah terjalin satu sama lain. Tanpa harus saling mengenal.
Ada begitu banyak orang yang tak perlu diketuk hatinya untuk membantu. Setidaknya 2 minggu belakangan ini, suara-suara seperti “Apa yang bisa saya/ kami bantu”…. “Bagaimana caranya ikut menyumbang”…. “Kalau di lokasi XYZ belum ada yang tangani, biar kami yang ambil alih”, begitu sering terdengar. Riuh. Bahkan sedikit membuat kewalahan. Tapi itu kewalahan yang menggembirakan.
Ada begitu banyak pihak yang punya daya dan kuasa menawarkan diri dan fasilitas. Secara sukarela. Mengatur distribusi. Memilah. Membawa keperluan anak-anak kita. Menempuh ratusan bahkan ribuan kilometer. Tanpa memungut biaya. Semua bekerja dalam kapasitas masing-masing. Dan tentu saja dalam batas kemampuan masing-masing.
Sesuatu yang harus kita syukuri. Bahwa Indonesia masih ada. Masih sama.
Suarakan terus nurani. Buang carut-marutnya. Saring emosinya. Turunkan amarah yang berpotensi mengaburkan pesan nurani. Karena sekali lagi; nurani murni akan dibaca nurani, dalam jarak yang tak terhingga.
Karena itulah kekuatan utama yang disisipkan Sang Pencipta kepada kita.
Kepada para sahabat yang kini tengah bekerja untuk anak-anak kami.
YOU ALL ROCK. YOU ALL AKIK…!

Leave a Reply