Tas Sekolah untuk Anak Purwosari, Pasuruan: Ketika Akses Terbatas Tak Memadamkan Semangat Belajar


Sebelumnya kami menerima kabar dari relawan lokal tentang kebutuhan alat sekolah. Tanggal 28 Maret 2016, kami mendpaatkan update perkembangan distribusinya di Purwosari, Pasuruan. Sebuah sekolah kecil, dengan ruang belajar yang jauh dari kata layak, sedang berusaha bertahan—mengajar anak-anak dengan keterbatasan yang nyaris tak pernah terlihat di kota.

Bangunan sekolah itu sederhana. Dindingnya kusam, rak buku hampir kosong, ruang kelas hanya cukup menampung anak-anak yang duduk rapat di lantai. Namun di ruang sempit itulah, proses belajar terus berjalan. Guru-guru tetap datang, anak-anak tetap duduk rapi, mencatat di buku seadanya, belajar membaca dunia meski fasilitas belum berpihak.

Pada hari itu, 31 paket tas sekolah, lengkap dengan buku gambar dan crayon, disiapkan untuk anak-anak di sana. Tas merah dengan logo Sedekah Oksigen bukan sekadar perlengkapan belajar, tetapi penanda bahwa mereka tidak sendirian. Bahwa ada orang-orang, jauh di luar Pasuruan, yang peduli pada hak mereka untuk belajar dengan layak.

Proses pembagian dilakukan oleh relawan lokal, seorang aparat kepolisian yang dengan konsisten terlibat langsung di kegiatan sosial pendidikan. Bukan hanya hadir membawa bantuan, tetapi juga menjembatani kebutuhan sekolah dengan orang-orang yang mau bergerak bersama. Di tempat seperti ini, kolaborasi sederhana justru menjadi kekuatan utama.

Anak-anak menerima tas mereka dengan mata berbinar. Sebagian langsung membuka, melihat isi di dalamnya, memegang buku-buku baru dengan hati-hati. Di ruang kelas yang nyaris tanpa fasilitas, alat belajar sekecil apa pun punya makna besar. Karena bagi mereka, sekolah bukan pilihan tambahan—tetapi satu-satunya jalan untuk memperbaiki masa depan.

Salah satu guru di sekolah tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada anak-anak. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga aktif mencari bantuan, menghubungi pihak-pihak yang bisa membantu sekolahnya bertahan. Beberapa waktu sebelumnya, ia sempat berbagi cerita tentang kondisi sekolah ini—cerita yang kemudian sampai ke Sedekah Oksigen.

Selain tas sekolah, sekolah ini juga masih membutuhkan banyak hal dasar. Salah satunya sound system sederhana untuk kegiatan olahraga dan aktivitas bersama anak-anak. Kebutuhan yang mungkin terlihat kecil, tetapi sangat penting untuk mendukung proses belajar dan kebersamaan mereka.

Pasuruan tidak jauh dari kota besar. Tidak terpisah oleh laut, tidak tersembunyi di balik pegunungan ekstrem. Namun kenyataannya, jarak akses dan perhatian membuat tempat ini terasa begitu jauh. Dan di sinilah Sedekah Oksigen ingin hadir—karena yang dekat di hati, harus dekat pula dalam aksi.

Semua paket ini adalah amanah dari para donatur. Setiap tas, setiap buku, setiap alat belajar adalah bentuk kepercayaan yang disalurkan tangan ke tangan. Dari hati ke hati.

Semoga setiap langkah kecil ini menjadi penguat jalan anak-anak Purwosari untuk terus belajar, bermimpi, dan bertahan.

Leave a comment