Di awal Maret 2016, wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya di Provinsi Jawa Barat menghadapi salah satu tantangan alam yang berat: banjir akibat hujan deras yang berlangsung berkepanjangan. Curah hujan yang tinggi sejak sekitar 8–12 Maret 2016 membuat sungai-sungai utama seperti Citarum dan anak-anak sungainya meluap, menenggelamkan permukiman, jalan, sawah, dan sekolah di banyak kecamatan. Luapan air itu merendam wilayah seperti Cicalengka, Rancaekek, Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Banjaran, dan Pamengpeuk hingga ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, memaksa ribuan warga mengungsi dan menghentikan aktivitas normal mereka untuk sementara. sentinel-asia.org+1
Banjir ini bukan sekadar genangan air sementara. Di beberapa wilayah selatan Bandung, genangan terjadi selama berjam-jam bahkan lebih dari satu hari, sehingga fasilitas umum dan rumah-rumah warga terendam, sekolah terpaksa libur, dan kehidupan masyarakat terhenti. ResearchGate
Di tengah kondisi seperti itu, kebutuhan dasar sederhana menjadi sangat berarti. Bagi orang yang sehari-hari tinggal di rumah yang kering dan memiliki akses mudah ke lemari pakaian, mengambil selembar kaos atau celana adalah hal biasa. Namun bagi para korban banjir di Bandung, pakaian mereka banyak yang basah dan tidak bisa dipakai lagi, dan dalam banyak kasus anak-anak tidak berganti baju selama berhari-hari saat air belum surut.
Pada 15 Maret 2016, dari posko Sedekah Oksigen di Surabaya dan Karawaci, tim menyiapkan bantuan berupa pakaian layak pakai untuk para korban banjir ini. Sebanyak 5 koli paket bantuan dikirim sebagai bagian dari kloter pertama: dua koli dari Surabaya dan tiga koli dari Karawaci. Paket-paket ini berisi selembar kaos baru, celana, dan perlengkapan sederhana lain yang bisa jadi hal kecil bagi sebagian orang, namun menjadi kado terindah di masa pemulihan pasca banjir bagi mereka yang baru saja melalui hari-hari penuh tantangan.
Ketika bantuan sampai di tangan warga Bandung yang terdampak, responnya bukan sekadar senyum biasa. Ada rasa lega, haru, dan rasa diperhatikan — sebuah pengingat bahwa kepedulian sederhana pun bisa menjadi penopang besar bagi yang sedang berjuang menghadapi situasi berat.
Semoga setiap selembar pakaian yang diterima bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi anak-anak dan keluarga yang kembali menata kehidupan mereka setelah banjir.

Leave a comment