500 Langkah Pertama Menuju 10.000 Senyum Anak Bangsa


Angka 10.000 bukan angka yang ringan.
Ia bukan sekadar target produksi, bukan pula hitungan logistik. Angka itu dipilih justru karena membuat kami berhenti sejenak, menarik napas, lalu bertanya pada diri sendiri: mampukah kami konsisten mencintai sejauh ini?

Seorang motivator wirausaha pernah berkata, jika targetmu tidak membuatmu merinding dan sedikit takut, maka targetmu belum cukup besar.
Dan ya, angka 10.000 itulah yang membuat kami—tim Sedekah Oksigen—bergetar.

Bulan Maret 2016 menjadi langkah awal. Bukan langkah besar, tapi langkah pertama yang nyata.
Sebanyak 500 tas sekolah pertama berhasil kami siapkan dan distribusikan. Setiap tas tidak hanya berisi buku tulis, alat gambar, pensil, penghapus, dan perlengkapan dasar sekolah, tetapi juga membawa pesan sederhana: ada orang-orang yang peduli pada perjalanan belajarmu.

Prosesnya tidak instan. Tas-tas merah itu kami kemas satu per satu, disortir, dihitung ulang, dibundel, lalu dikirim ke berbagai titik dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Di beberapa tempat, tas-tas ini diantar langsung oleh relawan. Di tempat lain, ia berpindah tangan melalui komunitas lokal, guru, hingga aparat setempat yang bersedia menjadi jembatan kebaikan.

Dari 500 tas pertama itu, 100 tas dialokasikan sebagai merchandise, dijual kepada individu yang ingin berdonasi sambil ikut menyebarkan cerita tentang gerakan ini. Harga perkenalan ditetapkan Rp99.000, angka yang kami jaga agar tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas dan kelengkapan isi.

Sisanya, 400 tas, bergerak menuju anak-anak yang memang membutuhkannya.

Sebanyak 100 tas sampai ke korban banjir Pangkalpinang, menemani anak-anak yang baru saja belajar berdamai dengan kehilangan.
100 tas lainnya menyusuri medan sulit menuju anak-anak sekolah gunung di Banjarnegara, lengkap dengan set sepatu sekolah, karena bagi mereka berjalan ke sekolah sering kali berarti menempuh jarak jauh dengan alas kaki seadanya.
Di Bandung, 100 tas diberikan kepada korban banjir, di tengah kota yang ramai namun tetap menyimpan kantong-kantong kerentanan.
Dan 100 tas lagi sampai ke anak-anak sekolah di Cililin, Jawa Barat, tempat semangat belajar sering kali harus bernegosiasi dengan keterbatasan fasilitas.

Di setiap titik, yang kami temui bukan sekadar anak-anak penerima bantuan. Kami bertemu tatapan yang sedikit ragu, lalu berubah menjadi senyum ketika resleting tas dibuka. Kami melihat ruang kelas sederhana, bangku yang tak selalu utuh, rak buku yang nyaris kosong—namun juga melihat ketekunan, rasa ingin tahu, dan keinginan kuat untuk terus sekolah.

Bagi donatur yang memilih tidak membeli tas merchandise, kami membuka opsi donasi Rp99.000 per set perlengkapan sekolah lengkap, dengan tujuan yang sama: satu donasi, satu anak, satu langkah kecil menuju masa depan yang lebih layak.

Project Tebar Cinta Anak Bangsa bukan tentang angka semata. Ia tentang keberanian untuk memulai, tentang konsistensi untuk melanjutkan, dan tentang keyakinan bahwa senyum anak-anak hari ini adalah investasi bangsa di masa depan.

Kami sadar, 500 hanyalah awal dari 10.000. Perjalanan masih panjang. Namun dari 500 pertama ini, kami belajar satu hal penting: selama ada tangan yang mau memberi dan hati yang mau peduli, langkah sekecil apa pun tetap berarti.

Leave a comment