Di Sini Semua Bermula

2015

Bencana kabut asap.
Di tengah keterbatasan, oksigen menjadi pertolongan pertama.
Dari momen inilah Sedekah Oksigen bermula.

Pada 2015, ketika kabut asap menutup langit dan udara bersih jadi sesuatu yang langka. Kebutuhan paling dasar manusia—bernapas—berubah menjadi perjuangan. Dalam situasi darurat itu, Sedekah Oksigen lahir bukan dari perencanaan panjang, melainkan dari kepedulian yang butuh bergerak cepat.

Dalam waktu kurang dari dua bulan, donasi terkumpul jauh melampaui perkiraan. Dana tersebut kemudian diwujudkan menjadi oksigen kaleng yang didistribusikan ke wilayah terdampak, termasuk Palembang, Pekanbaru, Jambi, Palangkaraya dan daerah sekitarnya.

Aksi sederhana namun mendesak ini mempertemukan banyak tangan dan niat baik. Distribusi oksigen dilakukan langsung di lapangan, menjangkau warga yang paling terdampak kabut asap. Gerakan ini kemudian mendapat perhatian publik dan diliput oleh berbagai media televisi dan majalah nasional. Bukan sebagai pencapaian, melainkan sebagai pengingat bahwa di tengah krisis, kepedulian yang terorganisir dapat menjadi pertolongan nyata.

Beberapa liputan di bawah ini jadi bukti, bagaimana gerakan antar teman ini jadi penyambung antara para korban dan orang-orang baik.

https://www.viva.co.id/berita/nasional/693239-1-500-tabung-oksigen-dibagikan-gratis#goog_rewarded

Leave a comment